Kembali ke indeks      


 

Kadangkala kata-kata melalaikan perasaan di dalam.

Tidak hanya kadang-kadang...Seringkali.


 

 

 

Karena keajaiban ini - dan memang ajaib –
memiliki kehidupan ini, memiliki eksistensi ini.
Dan dalam eksistensi ini bahkan punya peluang –
sebuah jendela, sebuah pintu, sebuah kesempatan - untuk menemukan pintu itu..




 

 


Dan kemudian, seseorang yang bisa membuka pintu itu, dan membiarkan mimpi-mimpi, perasaan-perasaan, penantian seumur hidup, menjadi kenyataan.

Sesuatu yang bisa aku pahami, sesuatu yang bisa aku rasakan, sesuatu yang dengannya aku bisa memenuhi kehidupanku.

Dan tidak hanya konsep, tidak hanya ide, tapi sesuatu yang nyata, sesuatu yang sederhana.

 


Mandala

 


 



Bagi kita, kalau kita bisa memahami apa kesempatan itu; kalau kita bisa memahami apa maknanya. Dan dengan takzim, mendekati - dengan bebas, dengan keinginan menjadi bebas.

 




 

 

 

Mungkin dalam kehidupan ini, mudah saja untuk membiarkan diri sendiri tersiksa. Dan tidak hanya mudah saja untuk membiarkan diri sendiri tersiksa, disiksa, tapi juga benar-benar terbiasa dengan siksaan itu. Dan tidak hanya mudah saja untuk terbiasa dengannya, tapi benar-benar mulai menerimanya sebagai kenyataan hidup. Begitu banyak orang, ketika sesuatu tidak berjalan benar: "ya begitulah hidup".

 

 

Mandala #2

 

 

 

Dan aku harus selalu memberitahu mereka, itu tidak betul, itu bukan hidup.

Ini adalah sebuah karunia; ini adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Menjadi kenyataan.

 

 


 

 

 

Dan dari perasaan yang paling dalam bangkitlah dan terimalah realitas ITU, bukan realitas siksaan, kepedihan dan penderitaan. Karena kelembutan ciptaan ini tidak membuktikan hal itu (realitas siksaan –ed.). Semerbak wangi bunga, semburat warna matahari terbit, kelap-kelip bintang, cahaya rembulan, keindahan birunya langit tidak membuktikan - bukanlah lambang kepedihan dan penderitaan.

 

 

 

 

 

Kapankah kita mulai menghargai apresiasi itu sendiri?

Kapankah kita mengakui daya ini - dan kamu perlu sekali waktu mengendur dan menyadari apa maknanya. Kamu punya sebuah daya - bukan satu, tapi kamu punya sebuah daya dan kamu bisa menghargai sesuatu yang indah yang telah diberikan kepada kita.

 

 

 
 

Mandala #3

 

 

Kebijaksanaan kita, maaf kalau saya harus katakan - bukanlah menghafalkan Ensiklopedi Britannica, tapi kebijaksanaan kita adalah untuk mempelajari kesederhanaan dalam kehidupan ini. Ilmu ini, dunia Ilmu ini, dunia Ilmu dan guru ini, ini adalah dunia yang akan bersamamu sampai nafasmu yang terakhir.

Pikirkan hal itu.

 


 

 

 

Bukan yang lain-lainnya, bukan yang lain-lainnya yang kamu ketahui akan berguna bagimu. Dan apa yang kau ketahui tentang kesederhanaan itu, tentang keindahan itu, tentang keheningan itu, tentang kepercayaan itu, tidak hanya akan menolongmu setiap hari dalam hidupmu, setiap saat dalam hidupmu - tapi bahkan pada saat yang terakhir dalam hidup ini.

 

 

 

 

 

Karena itu benar. Itu nyata, itulah apa realitas adanya.

Bukan realitas hasil persepsi yang berubah dari waktu ke waktu, itu bukanlah realitas. Itu bukanlah kebenaran. Pada saat ini, untuk mengakuinya, itulah apa yang bisa aku lakukan - aku bisa mengisi diriku; aku bisa mengisi diriku dengan kesempurnaan itu.

 


Mandala #11

 

Mandala #4 

 

Dan itu, adalah pencapaian tujuan seumur hidup.