Saat ini, bagi kita,
bagi setiap manusia,
setiap napas, setiap saat
adalah tanda
bahwa kesempatanmu ada di sini.
Ketika kamu bernapas, jangan menganggapnya sebagai “udara”;
anggaplah itu sebagai anugerah tertinggi
yang dapat diberikan kepada seorang manusia.
Pahamilah sukacita karena ada.
Dan pahamilah kenikmatan—
kenikmatan dan sukacita karena merasa cukup.
Pahami, terimalah dengan rendah hati,
bukan sebagai sesuatu yang menjadi hakmu,
tetapi dengan kerendahan hati,
dengan kesederhanaan,
setiap napas yang masuk ke dalam dirimu.
Bersyukurlah;
biarkan hati ini bersyukur.
Mulailah, dalam hidup ini,
memahami apa artinya hidup.
Inilah ziarah paling suci yang akan kamu jalani.
Inilah ziarah itu.
Dan di manakah tempat yang paling suci?
Di dalam dirimu.